Jakarta (KABARIN) - Perusahaan mobil dan baterai listrik asal Tiongkok, BYD, resmi menjalin kerja sama dengan Kim Long Motors dari Vietnam untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik di wilayah tengah Vietnam.
Dilaporkan Carnewschina, proyek senilai 130 juta dolar AS atau sekitar Rp2,1 triliun ini jadi bagian strategi ekspansi BYD di Asia Tenggara.
Pemerintah Vietnam menyebut pabrik ini awalnya akan fokus memproduksi baterai untuk kendaraan komersial seperti bus dan truk. Kim Long Motors sendiri dikenal sebagai produsen truk, bus, dan kendaraan khusus yang menangani riset, perakitan, produksi, dan penjualan.
Pabrik ini bakal dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama menempati lahan 4,4 hektar dengan kapasitas 3 GWh per tahun, sedangkan tahap kedua menambah 6 hektar sehingga total kapasitas naik jadi 6 GWh dan mencakup baterai untuk mobil penumpang.
Sumber internal BYD menyebut Kim Long Motors akan menanggung biaya konstruksi sementara BYD memberi dukungan teknis, meski rincian lengkap kerja sama belum diumumkan.
Langkah BYD ini dianggap strategis karena pasar kendaraan energi baru di Vietnam sedang naik daun. Penjualan EV di negara ini meningkat dari 4.040 unit pada 2022 menjadi 79.800 unit pada 2024, dan pada 11 bulan pertama 2025 sudah mencapai sekitar 160.000 unit.
Pemerintah Vietnam juga mendorong perkembangan EV dengan memperpanjang bebas biaya pendaftaran, mengurangi pajak konsumsi, dan memberikan subsidi infrastruktur pengisian daya hingga 2027, menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan pasar.
Bagi BYD, pabrik baterai ini menjadi bagian penting dari strategi mereka di Asia Tenggara. Tahun lalu BYD membuka toko pertama di Vietnam dan menargetkan 100 gerai pada 2026, plus membangun pabrik elektronik dan berinvestasi lebih dari 250 juta dolar di pabrik suku cadang.
Pabrik ini menandai langkah BYD membangun rantai penuh di Vietnam mulai dari penjualan, pembuatan suku cadang, hingga produksi baterai inti.
Meski VinFast menguasai pasar kendaraan listrik murni di Vietnam, rantai pasokan baterai masih bergantung pada perusahaan Tiongkok, termasuk Gotion High-tech dan Sunwoda.
Dengan pabrik ini, BYD bisa memanfaatkan pertumbuhan pasar lokal sekaligus keuntungan tarif dari perjanjian perdagangan bebas Vietnam dengan ASEAN dan Uni Eropa, memungkinkan ekspor kendaraan dan baterai dengan tarif rendah atau nol ke negara-negara regional dan Eropa.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026